Glambox
Di luar katalog produknya, Glambox membangun kanal tempat pembeli punya akun dan komunitas. Legia merancang dan membangun antarmukanya, dari halaman pra-peluncuran sampai alur masuk dan pendaftaran.
Tentang klien
Glambox adalah peritel produk kecantikan yang berjualan daring dan punya toko fisik di Jakarta Timur. Di luar penjualan lewat situs dan lokapasar, Glambox membangun komunitas pembeli sebagai bagian dari mereknya, tempat pengguna berbagi tips dan inspirasi perawatan diri.
Tantangan
Social commerce berdiri di atas akun, sementara ritel kecantikan daring umumnya bisa dibeli tanpa mendaftar. Mengharuskan orang membuat akun lebih dulu berarti menambah hambatan tepat di pintu masuk, dan itu hanya sepadan kalau pembaca sudah paham apa yang ia dapat setelah masuk. Kanal ini juga dibuka bertahap, jadi antarmukanya harus tetap masuk akal saat isinya belum lengkap, bukan menampilkan halaman kosong.
Pendekatan Legia
Halaman pra-peluncuran dibuat berdiri sendiri, bukan sekadar pemberitahuan: empat alasan bergabung ditampilkan lebih dulu, disusul profil dan lokasi toko, sehingga pembaca tetap mendapat sesuatu meski pendaftarannya belum dibuka. Alur masuk dan pendaftaran dipisah dari halaman utama, dengan kolom kiri berisi ajakan dan kolom kanan berisi formulir, ditambah opsi masuk lewat Google dan Facebook untuk memangkas langkah. Ajakan bergabung ke komunitas ditaruh sebagai bagian tersendiri, bukan diselipkan di footer, karena komunitas inilah yang membedakan kanal ini dari katalog produknya.