Boring Monday
Boring Monday menjual barang yang tiap unitnya berbeda sekaligus menjual alasan di baliknya. Legia merancang dan membangun tokonya supaya keduanya muat tanpa saling menenggelamkan.
Tentang klien
Boring Monday adalah merek streetwear yang bertumpu pada produk tanpa sisa dan barang bekas pakai. Katalognya dibagi per lini: No Waste Denim untuk jaket dan kaus, No Waste Time untuk jam tangan bekas, No Waste STEP untuk sepatu, dan No Waste CARRY untuk tas. Mereknya berdiri di atas tiga hal yang dipakai sebagai penyaring produk sekaligus naskah: kebebasan, keberlanjutan, dan kesempatan kedua.
Tantangan
Barang bekas dan sisa produksi tidak bisa dijual dengan cara yang sama seperti barang baru. Stoknya sering cuma satu per unit, kondisinya berbeda-beda, dan pembeli baru mau membayar setelah yakin barangnya layak. Di sisi lain merek ini hidup dari ceritanya: kalau alasan di balik produknya hilang, yang tersisa cuma toko barang bekas biasa dan harganya jadi satu-satunya yang dibandingkan. Dua hal itu berebut tempat di halaman yang sama.
Pendekatan Legia
Katalog dibagi per lini No Waste, bukan per kategori umum, jadi nama lininya sendiri yang menjelaskan asal barangnya sebelum pembeli membuka satu produk pun. Cerita merek dipisah menjadi bagian yang berdiri sendiri, mulai dari halaman pembuka, dampak yang sudah dikerjakan, sampai majalahnya, sehingga pembaca yang datang untuk berbelanja tidak harus melewatinya dan yang datang untuk membacanya tidak tersesat di katalog. Paket produk diberi halaman tersendiri beserta kotak keuntungan yang menjelaskan apa yang didapat dari membeli sepasang, karena di barang bekas pertanyaannya bukan diskon melainkan apa yang ikut terbawa. Kiriman cerita pembaca dijadikan ajakan tersendiri di sebelah langganan buletin, dan pemilih mata uang beserta pencari toko fisik ditaruh di bilah atas untuk pembeli dari luar negeri.