Artisanjaya
Pembeli pabrik sepatu menilai kemampuan produksinya, bukan foto produknya, dan penyaringan awal itu terjadi di situs jauh sebelum ada kunjungan pabrik. Legia merancang dan membangun situsnya dari sudut itu.
Tentang klien
PT Artisanjaya Internusa Makmur adalah pabrik sepatu kulit yang berdiri di Surabaya pada Agustus 1991 dan pindah ke Malang pada 2000. Sejak 2011 fokusnya beralih ke sepatu kulit bayi dan anak untuk pasar ekspor, dengan tujuan antara lain Inggris, negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara Asia. Perusahaannya juga mengoperasikan penyamakan kulit sendiri.
Tantangan
Pembelinya merek dan importir di luar negeri, dan yang dinilai bukan produk jadinya melainkan kemampuan pabriknya: kapasitas, kendali mutu, dan sejauh mana rantai pasoknya dikuasai sendiri. Pertanyaan itu biasanya baru terjawab lewat kunjungan pabrik atau berkas profil, padahal penyaringan awalnya terjadi di situs. Situs yang cuma memajang foto produk membuat pabrik ini terlihat sama saja dengan pemasok mana pun, sementara pembedanya justru ada di belakang, yaitu penyamakan kulit sendiri yang memendekkan waktu produksi.
Pendekatan Legia
Proses produksi dijadikan isi utama, bukan pelengkap: tiap departemen dari penyayatan sampai penyelesaian akhir ditampilkan sebagai galeri bergeser dengan penjelasannya sendiri, sehingga pembeli bisa menilai kemampuan pabriknya tanpa berkunjung lebih dulu. Penyamakan kulit milik sendiri diberi bagian tersendiri, sebab itu yang membedakannya dari pemasok lain dan bukan sekadar satu baris di halaman tentang. Riwayat perusahaan beserta perpindahan fokusnya ditulis apa adanya, karena pembeli ekspor ikut menimbang usia dan rekam jejak pabrik. Situsnya berbahasa Inggris mengikuti letak pembacanya, dan tombol menghubungi tetap terlihat di bilah atas dari halaman mana pun.