PT Adipradana Duta Usaha
Pembeli komponen industri biasanya sudah tahu persis apa yang dicarinya, dan katalog yang cuma bisa ditelusuri dari atas ke bawah memaksanya membuka halaman demi halaman. Legia membangun katalognya dengan dua sumbu saringan yang bisa dipakai bersamaan.
Tentang klien
PT Adipradana Duta Usaha adalah pemasok komponen industri yang berdiri sejak tahun 2000 dan berkantor di Jakarta Utara. Produknya mencakup suku cadang mekanis maupun elektrik, peralatan dan sistem industri, alat ukur laboratorium, sampai barang khusus yang sulit dicari. Layanannya juga mencakup perbaikan dan perawatan chiller, kompresor udara, serta motor listrik. Pelanggannya datang dari sektor otomotif, pertambangan, tekstil, elektronik, dan maritim.
Tantangan
Katalog pemasok komponen industri berisi ribuan barang dari puluhan merek, dan pembelinya umumnya sudah tahu nama komponennya, mereknya, atau keduanya. Katalog yang cuma bisa ditelusuri berurutan memaksa mereka membuka halaman demi halaman. Di sisi lain, pembeli yang datang karena kebutuhan tidak standar justru belum punya nama barangnya, jadi jalur pencariannya harus berbeda. Barangnya juga tidak dijual eceran lewat keranjang belanja melainkan lewat penawaran, sehingga langkah terakhirnya bukan pembayaran dan alur belanja biasa tidak bisa dipakai apa adanya.
Pendekatan Legia
Katalog diberi dua sumbu penyaring yang berdiri berdampingan di kolom kiri, yaitu kategori bertingkat dan daftar merek, keduanya berupa kotak centang sehingga bisa dipakai bersamaan. Kolom pencarian ditaruh di atas keduanya untuk pembeli yang sudah tahu nama barangnya. Kategori produk khusus dan barang langka dipisah sebagai cabang tersendiri, sebab pembeli yang datang dengan kebutuhan tidak standar tidak akan menemukannya di bawah nama komponen biasa. Tiap halaman produk ditutup tombol minta penawaran beserta tombol bagikan lewat pesan, mengikuti cara pembeli industri meneruskan spesifikasi ke rekannya. Nomor WhatsApp, surel, dan tautan lokasi dipasang di bilah paling atas, di atas navigasi, karena pertanyaan soal ketersediaan barang biasanya diajukan lebih dulu sebelum katalognya ditelusuri.