Lewati ke konten utama
Legia

PT Kebon Agung

Satu produk gula dibaca pembeli industri, pelamar kerja, dan pemangku kepentingan yang menanyakan hal berbeda. Legia merancang, membangun, lalu memelihara dan memantau keamanan situsnya supaya tiap kelompok punya jalurnya sendiri.

Logo PT Kebon Agung
Beranda situs PT Kebon Agung dengan hero produk gula di ladang tebu dan bagian produk di bawahnya

Tentang klien

PT Kebon Agung adalah produsen gula yang mengoperasikan dua pabrik, PG Kebon Agung di Malang dan PG Trangkil di Pati, dan bekerja bersama petani tebu kemitraan. Produknya mencakup gula kristal putih premium, gula SHS dan GKP, gula ritel, tetes tebu, ampas tebu, sampai pelet ampas. Standar produksinya bersertifikat halal MUI, ISO 9001, ISO 14001, dan SNI, dan perusahaannya menjalankan kanal pengaduan tata kelola tersendiri.

Tantangan

Gula yang sama dibeli dua jenis pembeli yang bertanya hal berbeda. Distributor dan industri pengolahan menanyakan spesifikasi mutu, kemasan, dan cara memesan, sementara pembaca umum, calon pelamar, dan pemangku kepentingan datang untuk berita perusahaan, program kemitraan petani, atau kanal pengaduan. Produk turunan seperti tetes tebu dan ampas tebu bahkan punya pembeli yang sama sekali berbeda dari gula ritel. Situs yang menaruh semuanya dalam satu daftar memaksa tiap kelompok menyaring sendiri. Perusahaan seukuran ini juga menerbitkan isi baru terus-menerus, jadi situsnya harus tetap terpelihara dan aman setelah diserahkan, bukan cuma benar di hari peluncuran.

Pendekatan Legia

Tiap produk diberi halamannya sendiri, dan isinya dipecah menjadi tab: deskripsi, bahan baku, bahan pendukung, proses produksi, pengawasan mutu, sampai penanganan limbah. Bagian pengadaan bisa langsung membuka tab yang ditanyakannya tanpa membaca halaman utuh, dan tombol minta penawaran tetap terlihat di tab mana pun. Pertanyaan yang paling sering masuk dijadikan akordeon di dasar halaman produk, sehingga jawaban soal cakupan pemasaran dan cara memesan tidak perlu diulang lewat telepon. Berita, event, CSR, dan karier dipisah menjadi cabang tersendiri supaya pembaca yang bukan pembeli punya jalurnya sendiri, dan logo sertifikasi ditaruh di footer sebagai bagian tetap yang terbaca dari halaman mana pun. Setelah tayang situsnya masuk pemeliharaan berkala beserta pemantauan keamanan, sebab isi yang bertambah tiap bulan berarti permukaan yang harus dijaga ikut bertambah.

Tampilan proyek

Bagikan:

Menghadapi tantangan serupa?

Legia menangani Digital Experience untuk perusahaan dan institusi di Indonesia. Ceritakan kondisi sistem Anda, dan kami sampaikan pendekatan yang dipakai pada proyek serupa.

Jadwalkan Konsultasi

Portofolio terkait

Lihat Semua Portofolio